Wisata Candi Gunung Gangsir Pasuruan

Wisata Candi Gunung Gangsir Pasuruan

Gunung Gangsir merupakan sebuah candi yang berdiri di abad ke 11 M, yang di bangun pada masa pemerintahan Kerajaan Airlangga, Meski diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gangsir di bangun bukan menggunakan batu andesit, akan tetapi melainkan di bangun menggunakan bahan batu bata.

Sedangkan tidak di temukan kejelasan mengenai fungsi dari Candi Gangsir tersebut, Masyarakat di sekitar mempunyai pemikiran tersendiri mengenai di bangunnya Candi Gangsir ini. Menurut masyarakat, Candi Gangsir ini di bangun sebagai penghormatan kepada Mbok Rondo Derma “janda murah hati”  yang nama aslinya adalah Nyi Sri Gati, karna jasanya dalam membangun masyarakat pertanian dan terbukti jasanya itupun di akui oleh masyarakat sekitar di daerah itu.sedangkan  Nyi Sri Gati sendiri Adalah tokoh dalam legenda masyarakat setempat.

Legenda Nyi Sri Gati

Pada zaman dahulu masyarakat di daerah itu belum mengenal kehidupan bercocok tanam. Mereka senang mengembara dan makanan utamanya adalah sebangsa rerumputan. Pada suatu saat, makanan pokok yang sehari – hari yang merupakan rerumputan tersebut mulai habis persediaannya. Kemudian datanglah seorang wanita dermawan, yang bernama Nyi Sri Gati. Wanita tersebut mengajak para pengembara untuk berdoa meminta petunjuk kepada Hyang Widi agar dapat mengatasi kekurangan pangan yang mereka alami saat ini. lama kemudian datang serombongan burung sebangsa burung gelatik dengan membawa padi-padian, lalu menjatuhkannya di dekat para pengembara.

Kemudian padi yang jatuh tadi di tanam oleh Nyi Sri Gati. Dengan ketlatenan yang di miliki Nyi Sri Gati dan para pengembara akhirnya padi yang tadinya di tanam kemudian tak lama kemudian dapat di panen. Lalu Nyi Sri Gati pun menumbuk padinya agar menjadi beras, yang kemudian dapat di olah menjadi nasi, Sebagian dari padi yang dijatuhkan burung tadi berubah menjadi permata yang membuat Nyi Sri Gati menjadi kaya raya.

Sejak saat itu Nyi Sri Gati pun mengajarkan cara bercocok tanam kepada para pengembara. Dan akhirnya para masyarakat pengembara tersebut dapat bercocok tanam dan menjadikan padi sebagai makanan pokok mereka. Kemudian mereka pun  hidup menetap di daerah tersebut.
Baca juga : Wisata Air Terjun Putuk Truno
Candi Gunung Gangsir sendiri belum pernah mengalami pemugaran secara menyeluruh. Walaupun secara keseluruhan bangunan Candi Gunung Gangsir masih megah berdiri, akan tetapi banyak bagian yang telah mengalami hancur. Konon candi ini mengalami kerusakan berat pada zaman penjajahan Jepang. Banyak hiasan pada dinding candi yang diambil oleh tentara Jepang untuk membiayai perang. Setelah Jepang berlalu, penduduk melakukan perbaikan sekedarnya tanpa didasari dengan pengetahuan yang memadai tentang pemugaran candi. Beberapa potongan bata atau hiasan dinding terlihat sangat berbeda dengan tempatnya menempel. Sepertinya letak yang sebenarnya bukan di tempat tersebut.

Struktur Bangunan Candi Gunung Gangsir

Kaki candi berbentuk segi empat dengan dengan ukuran sekitar 15 x 15 m2. Tinggi bangunan mencapai sekitar 15 m. Di dalam tubuh candi terdapat ruangan yang konon cukup luas, sehingga dapat menampung 50 orang. Pintu masuk ke ruangan tersebut terletak di sebelah barat, berjarak sekitar 5 m dari tanah. Untuk mencapai pintu terdapat tangga yang cukup lebar, yang menjorok jauh ke barat. Sayang sekali tangga tersebut telah hancur, sehingga sulit untuk ditapaki.

Pada dinding di sisi kanan dan kiri atas pintu terdapat relung yang terlihat seperti tempat meletakkan arca. Relung di sisi selatan sudah hancur, sementara yang di sisi utara masih tampak bekasnya. Saat ini atap candi berbentuk melengkung dengan ujung tumpul seperti puncak gunung. Bagian puncak atap sudah hancur, namun masih terlihat  penyangga puncak atap. Dari belakang, bangunan candi tampak seperti bukit kecil yang terbuat dari batu bata. Tidak terdapat relung-relung tempat meletakkan arca. Beberapa hiasan masih menempel pada dinding candi. Di kiri dan kanan puncak tangga terdapat hiasan berupa pahatan gambar wadah berhiaskan sulur-suluran dan gambar seorang wanita. Hiasan yang terbuat dari batu bata tersebut sangat halus, nyaris terlihat sebagai hasil cetakan, bukan pahatan.
Simak lainnya : Daftar Wisata Di Pasuruan
Sungguh indah bangunan candi  gunung Gangsir  yang memiliki sejarah ekonomis tersebut yang menjadikan para generasi muda untuk ikut serta melestarikan dan menyaksikannya.

Lokasi Candi Gunung Gangsir

Sedangkan lokasi Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan sendiri keunikan candi Gangsir ini sebaiknya anda pun ikut serta untuk melestarikannya, bagi anda yang terheran akan pahatan pahatan di relung – relung candi tersebut agar sebiknya untuk tidak mengotak atik atau merusak bangunan candi tersebut mengingat usia bangunan tersebut sudah mulai tua.



Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top